{"id":344,"date":"2023-04-27T12:07:45","date_gmt":"2023-04-27T12:07:45","guid":{"rendered":"https:\/\/sendangmulyosid.slemankab.go.id\/first\/artikel\/390"},"modified":"2025-01-03T07:23:50","modified_gmt":"2025-01-03T07:23:50","slug":"kesenian-jathilan-padukuhan-slarongan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sendangmulyosid.slemankab.go.id\/home\/2023\/04\/27\/kesenian-jathilan-padukuhan-slarongan\/","title":{"rendered":"Kesenian Jathilan Padukuhan Slarongan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">KESENIAN_Paguyuban Kesenian Jathilan TURONGGO LANCUR JATI adalah kelompok kesenian jathilan generasi ke- 4 yang berada di dusun Ngemplak Rt.01\/Rw.15 Sendangmulyo Minggir Sleman. Yang sejak kurang lebih tahun 1966 atau generasi pertama Paguyuban Kesenian Jathilan telah dirintis oleh para pecinta kesenian jathilan diantaranya (Bpk Mentoikromo, Bpk Pawiro Gino, Bpk Paijo, Bpk Muh, Bpk Pawiro Utomo dan Bpk Wito Harjono) kemudian dilanjutkan oleh generasi ke-2 pada tahun 1970an diantaranya (Bpk.Purwodiyanto, Bpk.Noto Harjono, Bpk Gisan, Bpk Tokol, Bpk.Gudik dan Bpk.Mardi) sedangkan generasi ke-3 pada tahun1979an diantaranya (Bpk.Sugi Purwanto,Bpk.Sukidi,Bpk.Kasdi,Bpk.Badri,Bpk.Sukimin dan Bpk.Mujimin). Karena rasa kerinduan akan budaya jawa adiluhung yang semakin menghilang dari dunia hiburan yaitu kesenian jathilan lancur (Lancur artinya bulu panjang ayam jantan) kini generasi ke-4 mengangkat kembali kesenian jathilan lancur yang diresmikan pada tanggal 25 Agustus 2013 dengan nama &ldquo;TURONGGO LANCUR JATI&rdquo;<\/p>\n<p>Peresmian ditandai dengan acara meminumkan kuda kepang(ngombekke jaran) di sendang gunung Blimbingan yang dipimpin langsung oleh juru kunci sendang yaitu Mbah Wiro dan disaksikan oleh warga pada pukul 08.00 WIB kemudian dilanjutkan dengan pentas perdana pada pukul 13.00 WIB di kandang TURONGGO LANCUR JATI di rumah ibu Suwarno Dusun Ngemplak Sendangmulyo Minggir Sleman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kesenian jathilan lancur merupakan kesenian jathilan yang pertama kali (jathilan tradisional\/klasik) atau cikal bakal kesenian jathilan yang sekarang ada dan sudah berkembang dengan istilah jathilan kreasi. Dengan kostum\/pakaian sederhana (baju putih, celana tari, jarik, sampur, stagen,kamus ) dilengkapi kuluk dengan hiasan bulu ayam atau lancur dan alat peraga lainnya seperti kuda kepang, barong,topeng wewe merupakan ciri khas dari jathilan lancur. Sedangkan iringan atau gamelan yang digunakan adalah gendang, bende, angklung dan bem.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sampai saat ini paguyuban kesenian jathilan TURONGGO LANCUR JATI beranggotakan 69 orang yang berasalkan dari warga Ngemplak dan sekitarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Contact Person :081328317406<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KESENIAN_Paguyuban Kesenian Jathilan TURONGGO LANCUR JATI adalah kelompok kesenian jathilan generasi ke- 4 yang berada di dusun Ngemplak Rt.01\/Rw.15 Sendangmulyo Minggir Sleman. Yang sejak kurang lebih tahun 1966 atau generasi pertama Paguyuban Kesenian Jathilan telah dirintis oleh para pecinta kesenian jathilan diantaranya (Bpk Mentoikromo, Bpk Pawiro Gino, Bpk Paijo, Bpk Muh, Bpk Pawiro Utomo dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":345,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[22],"tags":[],"class_list":["post-344","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesenian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sendangmulyosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/344","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sendangmulyosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sendangmulyosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sendangmulyosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sendangmulyosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=344"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sendangmulyosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/344\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":484,"href":"https:\/\/sendangmulyosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/344\/revisions\/484"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sendangmulyosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media\/345"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sendangmulyosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=344"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sendangmulyosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=344"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sendangmulyosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=344"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}