KESENIAN_Paguyuban Kesenian Jathilan TURONGGO LANCUR JATI adalah kelompok kesenian jathilan generasi ke- 4 yang berada di dusun Ngemplak Rt.01/Rw.15 Sendangmulyo Minggir Sleman. Yang sejak kurang lebih tahun 1966 atau generasi pertama Paguyuban Kesenian Jathilan telah dirintis oleh para pecinta kesenian jathilan diantaranya (Bpk Mentoikromo, Bpk Pawiro Gino, Bpk Paijo, Bpk Muh, Bpk Pawiro Utomo dan Bpk Wito Harjono) kemudian dilanjutkan oleh generasi ke-2 pada tahun 1970an diantaranya (Bpk.Purwodiyanto, Bpk.Noto Harjono, Bpk Gisan, Bpk Tokol, Bpk.Gudik dan Bpk.Mardi) sedangkan generasi ke-3 pada tahun1979an diantaranya (Bpk.Sugi Purwanto,Bpk.Sukidi,Bpk.Kasdi,Bpk.Badri,Bpk.Sukimin dan Bpk.Mujimin). Karena rasa kerinduan akan budaya jawa adiluhung yang semakin menghilang dari dunia hiburan yaitu kesenian jathilan lancur (Lancur artinya bulu panjang ayam jantan) kini generasi ke-4 mengangkat kembali kesenian jathilan lancur yang diresmikan pada tanggal 25 Agustus 2013 dengan nama “TURONGGO LANCUR JATI”

Peresmian ditandai dengan acara meminumkan kuda kepang(ngombekke jaran) di sendang gunung Blimbingan yang dipimpin langsung oleh juru kunci sendang yaitu Mbah Wiro dan disaksikan oleh warga pada pukul 08.00 WIB kemudian dilanjutkan dengan pentas perdana pada pukul 13.00 WIB di kandang TURONGGO LANCUR JATI di rumah ibu Suwarno Dusun Ngemplak Sendangmulyo Minggir Sleman.

Kesenian jathilan lancur merupakan kesenian jathilan yang pertama kali (jathilan tradisional/klasik) atau cikal bakal kesenian jathilan yang sekarang ada dan sudah berkembang dengan istilah jathilan kreasi. Dengan kostum/pakaian sederhana (baju putih, celana tari, jarik, sampur, stagen,kamus ) dilengkapi kuluk dengan hiasan bulu ayam atau lancur dan alat peraga lainnya seperti kuda kepang, barong,topeng wewe merupakan ciri khas dari jathilan lancur.

Alat yang Dimainkan

Jathilan Lancur Jati Minggir, mempunyai alat musik yang cukup lengkap sebagai sebuah group Jathilan Lancur atau jathilan klasik. Alat musik yang digunakan diantaranya : (masing-masing diberi gambar)
1. Kendang
2. Bende telu (tiga buah)
3. Angklung (lima buah)
4. Jeder atau Bem
5. Kecrek

Musik Iringan dan Jenis Tembang

Delapan penari laki-laki memegang kuda kepang nya telah siap di arena pertunjukan. Seorang lelaki paruh baya melantunkan macapat dhangdang gulo disambung dengan sinom. Ketika lantunan berakhir kendang memberi kode pembuka untuk pemusik yang lain. Mereka memainkan gending buko. Angklung, bende serempak memberi dasar atau balunganing gending yang stagnan dan cenderung monoton. Disetiap akhir kalimat musik jeder ditabuh, sebagai tanda kalimat musik kembali keawal nada lagi. Kesan santai diberikan oleh dua buah angklung kecil bertabung dua yang mereka beri nama kenthir. Ini juga merupakan onomatope (sebuah penamaan alat musik berdasar pada bunyi yang dikeluarkannya). Gending pembuka tersebut mengalun mengiringi delapan penari laki-laki yang masih menari dengan tempo lambat. Berikut notasi gending pembuka yang berhasil dicatat, sebagai berikut:

Penari masih memainkan tempo tarian lambat, kendang mengikuti irama tubuh penari sebagai penegas gerakan. Macapat silih berganti
dilantunkan, kadang-kadang berhenti beberapa lama, kemudian mereka menyanyi kembali. Mereka hanya menggunakan macapat sebagai lantunan lagu-lagunya, mereka tidak menggunakan lagu lain seperti lagu karawitan jawa, sholawatan atau lagu nasional seperti jathilan Turonggo Agung Kalasan. Macapat yang mereka nyanyikan diantaranya dhangdang gulo, gambuh, sinom, pangkur, dan lain-lain.

Penari mulai melakukan tempo gerak lebih cepat, irama musik pembuka tadi mengikuti irama tarian tersebut. Hanya kenthir yang
berubah menjadi memainkan nada-nada panjang, tidak bersahutan. Ketika penari sudah mulai Ndadi tempo musik semakin cepat mengikuti keriuhan penari yang Ndadi. Berikut notasi ganding Ndadi yang berhasil dicatat:

Beriring ketika penari sudah mulai disembuhkan satu persatu, maka musik mulai melambat. Tidak ada gending khusus untuk menutup pertunjukan. Petutupan biasanya hanya melambatkan tempo musik dan memasukan kembali lagu macapat kemudian pertunjukan selesai.

Sampai saat ini paguyuban kesenian jathilan TURONGGO LANCUR JATI beranggotakan 69 orang yang berasalkan dari warga Ngemplak dan sekitarnya.

Contact Person :081328317406