Menyambut Bulan Ramadan, warga Dusun Cerbonan, Kalurahan Sendangmulyo, Kapanewon minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Melaksanakan nyadran yang dilaksanakan Pada Jum’at Kliwon sebelum  salat Jum’at sebelum bulan puasa dan dilaksanakan dibulan Ruwah. Rangkaian Acara ini diawali dengan gotong royong membersihkan Makam pada Hari kamis dan ziarah serta memanjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa yang dipimpin oleh Ahmad Zukaeri selaku Modin Dusun cerbonan pada hari Jumat. Doa tersebut ditujukan kepada leluhur desa dan sanak keluarga yang telah tiada. Tradisi Nyadran di Dusun cerbonan berlangsung di plataran Pemakaman Dusun Cerbonan.

Acara Nyadran dihadiri oleh Lurah Sendangmulyo beserta beberapa perangkat yang lain. Budi Susanto selaku Lurah Sendangmulyo menerangkan, salah satu yang ikut didoakan adalah leluhur setempat bernama Mbah Kyai  Cerbon, yang merupakan tokoh cikal bakal dusun yang mempunyai jasa menyebarkan agama Islam pada wilayah tersebut,  dan Kami berharap tradisi ini tidak hilang. Nilai yang terkandung di dalamnya akan terus terpelihara. Banyak pelajaran yang bisa kami ambil, antara lain: bakti, kerja sama, serta menjalin silaturrahmi antar warga” tuturnya.

Saat menjalani tradisi nyadran, para warga di Dusun Cerbonan turut membawa Kendurinan berisi makanan. jadi tiap-tiap kepala Keluarga membawa sendiri, Makanan itu disantap bersama usai prosesi doa bersama. Setiap yang hadir, dipersilakan mengambil makanan dari tenong dengan aneka macam makanan, seperti nasi gurih, tumpengan, golong gilig, ingkung (ayam kampung), sambal goreng, oseng tempe, pisang dan lainya. Tradisi nyadran ini juga menjadi sarana untuk menjalin silaturahmi dan keakraban antar tetangga dan antar warga. Dusun Cerbonan memiliki potensi Budaya yang cukup lengkap di antaranya didekat pemakaman cerbonan juga terdapat sendang Cerbon yang dimana air tersebut tetap ada walau saat kemarau dan air tersebut biasa digunakan untuk berbagai prosesi adat seperti Merti Dusun dan untuk keperluan sehari-hari warga sekitar.