Sekitar peperangan keraton yogyakarta dengan bangsa Belanda ada prajurit kraton ceribon datang membantu peperangan di Yogyakarta, selanjutnya prajurit yang dijuluki nama Kyai NAHROWI lari sembunyi di dusun cerbonan selanjutnya prajurit Kraton Cirebon tersebut disamping ikut sebagai prajurit untuk. Bertempur melawan penjajah Belanda juga melakukan siar agama Islam. Dan Kyai NAHROWI menetap di dusun Cerbonan sampai wafat pada era ke 700 pada hari Jumat kliwon 15 ruwah.

Sehingga setiap tgl 15 Ruwah diadakan ruwahan dan qhoul untuk Kyai NAHROWI selanjutnya di kenang sebagai Kyai Cerbon dan hingga saat dusun dimana Dusun Cerbonan.

Selanjutnya Sendang Cerbonan awal. Muka hanya sebuah Belik namun karena mata airnya terlalu besar saat itu oleh para tokoh linuwih sendang tersebut di tutupi dengan Batu berwujud seperti Gong.

Dan sehingga mata air berkurang dan dapat digunakan oleh warga sekitar di saat ROMUSA. Dan menurut para tokoh linuwih sendang tersebut ada penunggunya dikenal dengan nama : 1. Nyai Simbar Inten
2. Mbah Kyai Kerto Gongso.

Sampai sekarang dipercaya kepada seorang wanita yang sedang g datang bulan tidak boleh masuk di sendang tersebut apa bila melanggar pasti akan mendapat hal yang buruk.