Minggir, Sleman, adalah wilayah di bagian barat Yogyakarta yang berbatasan langsung dengan Kulon Progo. Wilayah ini memiliki beberapa kelurahan, salah satunya adalah Sendangmulyo. Dengan potensi alam yang subur dan terjaga, Sendangmulyo sangat strategis untuk dijadikan tempat berwirausaha, terutama sebagai petani. Nama “Sendangmulyo” sendiri berasal dari dua kata, “sendang” yang berarti sumber air, dan “mulyo” yang berarti mulia atau berkecukupan. Maka, tidak mengherankan jika di kelurahan ini banyak ditemukan sendang, salah satunya adalah Sendang Winong yang terletak di Krompakan, Sendangmulyo, Minggir, Sleman.
Nama “Winong” berasal dari kata “uwi,” yang berarti ubi, dan “Winong,” yang merujuk pada tempatnya. Ada juga yang menafsirkan “Winong” sebagai tempat yang dihormati atau dimuliakan. Sendang Winong sendiri memiliki bentuk fisik seperti kerucut, di mana bagian atasnya lebar dan semakin mengecil ke bawah. Dahulu, sendang ini digunakan oleh masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi dan mencuci. Selain itu, sendang ini juga memiliki nilai mistis yang kuat. Banyak yang percaya bahwa sendang ini merupakan tempat berikhtiar kepada Allah untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
Tradisi budaya di sekitar Sendang Winong telah dilestarikan sejak tahun 1990-an. Menurut penjaga sendang, tempat ini sering digunakan untuk upacara padusan atau mandi, dan dipercaya dapat menyembuhkan penyakit seperti demam. Legenda lokal menyebutkan bahwa Sendang Winong dijaga oleh makhluk gaib bernama Nyai Pullen, yang sering kali digambarkan sebagai penjaga sendang ini. Sayangnya, di era modern ini, Sendang Winong jarang dikunjungi oleh masyarakat. Akibatnya, kondisinya menjadi kurang terawat. Meskipun begitu, aura mistis sendang ini masih sangat kuat dirasakan oleh mereka yang berkunjung. Ciri khas dari sendang ini adalah bangunannya yang terbuat dari batu, sehingga tetap kuat dan kokoh meskipun kurang terawat. Di dalam sendang, terdapat batu yang diyakini sebagai tempat bertapa.
Air di Sendang Winong memiliki karakteristik unik. Ketika musim hujan, airnya menjadi keruh, tetapi pada musim panas, airnya sangat jernih. Kedalaman sendang ini lebih dari 2 meter, menjadikannya cukup dalam untuk berbagai keperluan. Meski kondisinya saat ini tidak sebaik dulu, Sendang Winong tetap menyimpan cerita dan nilai budaya yang kaya, menjadi saksi bisu perjalanan sejarah dan tradisi masyarakat Sendangmulyo.